Ini adalah tulisan yang telah lama aku simpan, jadi kalau ada yang kurang mohon dimaafkan. Maklum ini tulisan orang yang sedang belajar.
BANG ORANG
oleh: Sumantri Widatdo
Bang orang hidup sendiri, berjalan sendiri diantara banyak manusia. Dialah orang bukan manusia, Cuma sekedar orang. Orang ya orang jangan lagi kau tanya mengapa dia cuma sekedar orang bukan manusia. Yang dilakukan setiap hari oleh bang orang adalah berjalan keliling kota tanpa peduli apa hidup dan mengapa hidup. Bagi bang orang, bila perut lapar maka makan bila haus datang maka minum. Tapi bang orang tak pernah peduli apa yang dimakan dan darimana yang dimakan, yang penting makan ya makan. Bang orang masih baru menjadi orang, jadi pakaian bang orang masih rapi seperti juga pakaian yang dipakai manusia.
Suatu pagi bang orang mendapat ilham setelah 12 jam tertidur ditepi jalan, dia harus menjadi manusia. Bang orang rupa-rupanya bosan menjadi sekedar orang, sendiri dan terbuang. Maka pagi itu bang orang pergi berjalan dan berhenti di pasar supaya bisa melihat apa yang dilakukan manusia untuk bisa menjadi manusia.
Bang orang keheranan melihat banyaknya manusia yang ada dipasar, baru sekali ini bang orang memperhatikan betapa banyaknya manusia di pasar. Bang orangpun bergembira karena semakin banyak manusia berarti dia bisa melihat banyak kegiatan untuk menjadi manusia, bang orangpun menjadi semangat memperhatikan.
Di pasar bang orang melihat manusia menukarkan beberapa lembar kertas dengan sayur atau ikan atau daging. Bang orang berfikir betapa manusia harus memiliki kertas untuk bisa hidup, manusia sangat menghargai kertas. Selama ini bang orang menggunakan kertas hanya untuk sekedar pembungkus makanan yang didapat mungkin dari tong sampah atau entah dari mana, kemudian menggunakan kertas pembungkus makanan untuk membungkus kotoran yang dikeluarkan setelah selesai makan. Bang orang cepat-cepat mencari kertas supaya dia bisa lekas menjadi manusia, memilih kertas yang bagus dan berwarana dari berbagai tempat.
Siangpun datang, bang orang sudah mengumpulkan banyak kertas. Perut bang orang sudah lapar, tapi bang orang tidak bisa langsung makan seperti biasanya. Bang orang harus memperhatikan apa yang dilakukan manusia saat lapar supaya dia bisa cepat menjadi manusia. Bang orang melihat manusia menukarkan makanan dengan beberapa helai kertas juga, maka bang orang mengikuti apa yang dilakukan manusia.
“ Aku mau makan, tolong sediakan.” Bang orang berkata pada seorang pelayan disebuah rumah makan.
Pelayanpun datang dengan makanan, bang orang makan dengan lahap. Betapa bang orang terkejut menyadari bahwa makanan manusia sungguh enak-enak dan lezat-lezat. Bang orang sangat menikmati makanan manusia. Selesai makan bang orang memberi pelayan beberapa helai kertas yang dikumpulkannya tadi pagi. Betapa herannya pelayan makanan karena bang orang memberinya beberapa halai kertas biasa bukan uang seperti yang diinginkannya. Pelayan merasa dipermainkan oleh bang orang. Yang terjadi kemudian adalah sesuatu yang mengherankan bang orang, pelayan memarahinya dan meminta benda yang namanya uang kepada bang orang.
Bang orang tidak tau apa itu uang, dia baru saja belajar menjadi manusia. Semestinya dia mendapat keringanan dan penjelasan mengenai masalah yang namanya uang ini. Tapi tetap saja pelayan tidak terima bang orang makan tanpa membayar uang. Pelayan yang tidak terima melaporkan kejadian ini kepada polisi karena pada kenyataannya bang orang tidak memiliki uang sama sekali, hanya ada kertas tak berguna yang dibawa bang uang pada saku celananya.
Bang orang dibawa kekantor polisi untuk diitrogasi masalah tidak membayar makanan di rumah makan.
“ Nama kamu siapa?” Tanya polisi.
“ Orang pak.” Bang orang menjawab.
“ Yang saya tanya nama kamu.” Polisi meninggi.
“ Nama saya orang pak, tapi saya biasa dipanggil bang orang pak.”
Bang orang menjawab semua yang ditanyakan polisi apa adanya. Bahwa dia sekarang sedang belajar menjadi manusia, bahwa dia tidak mengerti yang namanya uang, bahwa dia melihat manusia menukar beberapa helai kertas dengan makanan sehingga dia mengikuti apa yang dilakukan manusia tersebut. Tapi jawaban dari bang orang menjengkelkan dan menyinggung perasaan polisi. Polisi yang mengitrogasi bang orang rupa-rupanya merasa dipermainkan oleh bang orang. Sedangkan bang orang merasa kepalanya pusing dan kebanyakan tidak mengerti dengan banyak istilah dalam pertanyaan yang diajukan oleh polisi.
Dikarenakan bang orang memang tidak mempunyai uang dan alasan-alasan yang disampaikannya dalam introgasi tidak memuaskan dan kebanyakan tak masuk akal bagi banyak manusia, maka bang orang harus ditahan. Kebanyakan orang tidak percaya bahwa bang orang adalah orang bukan manusia karena bang orang menggunakan pakaian seperti manusia dan bisa berfikir sedikit seperti manusia.
Di dalam penjara bang orang memang mendapat makanan dan dapat juga tidur berteduh. Tapi bang orang belum bisa meninggalkan sepenuhnya kebiasaan orang, bang orang ingin terus berjalan keliling kota dan bergerak bebas. Inilah yang membuat bang orang mengamuk dalam penjara hanya setelah dikurung selama 12 jam. Sesuadah tenang bang orang baru diakui orang bukan manusia, dia dibawa kerumah sakit khusus orang bukan manusia. Tapi dalam perjalanan bang orang melarikan diri dan tidak sanggup dikejar oleh banyak manusia.
Pada saat melarikan diri bang orang baru menyadari bahwa beginilah cara manusia hidup. Hidup sebagai manusia tidak seperti yang dia bayangkan ataupun seperti ilham yang didapatnya setelah tertidur selama 12 jam di tepi jalan. Manusia harus berfikir, harus bekerja, harus banyak ini-itu yang tidak dapat diikuti bang orang sekarang.
Haripun mulai gelap, para manusia yang mengejar bang orang sudah tidak ada lagi. Bintang-bintang dilangit berkelipan, udarapun dingin menusuk. Mungkinkan para bintang yang membawa sejuk ini. Bang orang yang lelah tertidur di tepi jalan tempat tadi pagi dia mendapat ilham untuk menjadi manusia. Manusia malam berjalan hilir mudik tidak memperdulikan bang orang yang sekarang mulai mendengkur dalam tidurnya.
Keesokan harinya bang orang yang berhasil lolos dari kejaran manusia memutuskan bahwa dia tidak ingin menjadi manusia lagi. Dia mengandaikan hari semalam hanya sebuah mimpi dari hidupnya yang panjang. Bang orang kembali berjalan keliling kota sebagai orang bukan manusia. Bang orang merasa menjadi orang lebih baik dari pada menjadi manusia. Bang orang terlepas dari maslah yang namanya uang meskipun bang orang tidak lagi dapat meraskan makanan manusia yang enak-enak. Bang orang sekarang bisa lagi makan ketika perut lapar dengan bungkusan kertas dari tong sampah atau entah dari mana, kemudian mengeluarkan kotoran dikertas pembungkus makanan yang baru selesai dimakan. Inilah hidup bagi bang orang sekarang, niknat, bebas , dan tak perlu berfikir tentang uang.
Hidup ya hidup, buat apa hidup bila sekedar hidup dalam diri yang lain. Bang orang sekarang mengerti bahwa untuk hidup kita tidak perlu menjadi manusia, karena dengan menjadi sekedar orangpun kita cukup menikmati hidup. Kecuali, bila kita menjadi orang kita akan dikata-katai anak-anak manusia sebagai orang bukan manusia.
TAMAT