apa yang bisa kita rasakan saat kurang tidur, kerjaan menumpuk dan wajib disiapkan secepatnya ditambah kebimbangan menghadapi masa depan ? mungkin kita bisa menjadi karya FRANZ KAFKA bila merasakan semua itu secara bersamaan. membaca kafka berarti memasuki dunia yang berada antara dunia nyata , hayalan, dan mimpi. dunia yang berputar rumit membuat sebuah gelombang yang membuat kita merasakan kesepian dan ketakutan menghadapi masa depan yang tidak ada pilihan lain.
pertama kali membaca kafka ( judulnya indonesianya kira-kira : pameran pesawat udara dari brescia ) terasa membingungkan. baca lagi baru mengerti, mungkin karena tulisan kafka berbeda dari bacaan yang kubaca saat itu. setelah mengerti aku mulai mencari tulisan yang lainnya: juru api, metamorposis, josafin, seniman berpuasa, meditasi, srigala dan orang arab, dokter desa dan banyak lagi. semua karya kafka seperti igauan dan kelam juga sunyi.
terkadang kita bisa merasakan kafka menulis karyanya dalam keadaan kurang tidur dan perasaan takut juga kesepian. merasakan kegelapan dalam gegap-gempita keramaian kota yang terang. tidak ada semangat sama sekali dalam karyanya, jadi ini bukan buku untuk memotifasi diri.
andaikan saja kita semua ini tokoh yang berada dalam karya kafka, aku rasa kita akan menerima hal-hal yang tidak inginkan tapi dipaksakan pada diri kita sehingga bentuknya pas tapi kita tidak nyaman dengan keadaan kita.
apakah takdir yang lebih buruk dari pada menjadi kecoak raksasa seperti yang dialami gregor samsa ( metamorposis ), lebih buruk dari kematian sekalipun. rasakan bila nanti suatu pagi saat bangun tidur kau sudah menjadi kecoak besar, harus menyesuaikan diri dalam badan baru yang pasti tidak nyaman, ditinggalkan orang-orang bahkan oleh keluarga sendiri. bukankah itu takdir yang sungguh menyedihkan?
dalam dunia nyata sungguh banyak orang seperti gregor samsa, tapi kita hidup dengan jasad manusia. hidup seperti kecoak, makan sisa orang lain, hidup penuh pandangan jijik dari orang-orang dan bekerja seperti robot yang selalu disuruh-suruh. tapi tetap seperti gregor samsa, kita tidak bisa lepas dari itu semua dan hidup tak pernah berubah.
tulisan-tulisan ini sungguh membuat sakit pikiran, tapi kita terus membaca. kita membaca demi menunggu happy ending diakhir cerita yang tak kunjung datang dari karya kafka. begitulah kafka menulis apa adanya, terkadang kita tidak menyukainya tapi kita menagkui kebenarannya dan terus membaca dengan perasaan yang makin bimbang karena akhir bahagia itu sungguh tidak ada.
‘ sebuah kisah tak selamanya harus berakhir bahagia, terkadang kisah itu menyakitkan dan bahkan terkadang kisah itu tidak pernah berakhir. ‘