give me peace chances
Damai dan damai. sangat sulit mencari kedamaian sekarang ini, setidaknya bagiku. sekarang memang bukan zaman perang, tapi damai tetap saja sulit dicari. semua yang ada sekarang ini adalah damai yang sekedar diadakan, bukan damai yang ada karena memang sedang damai.
Bagaimana mau dikatakan damai, kalau perang ekonomi terus menekan kalangan bawah. terkadang ada keinginan untuk menyerah untuk menghadapi masa depan, tapi apakah dengan menyerah keadaan akan berubah. kita tidak punya pilihan selain bertahan dengan yang ada sekarang. hidup terasa seperti bukan untuk apa-apa, bahakan sering seperti bukan hidup - cuma sekedar mimpi yang melayang-.
Apakah kita sebagai kalangan bawah tidak tidak mempunyai hak kebebasan untuk merasakan kedamaian? apakah karena dengan pendidikan kita yang rendah maka kita tidak berhak untuk merasakan damai?? atau mungkin perasaan damai hanya milik dewa-dewa khayangan yang mempunyai banyak uang dan sekolah tinggi???
semakin lama kita semakin dilenakan oleh segala macam kesenangan sehingga kita lupa kita tidak pernah damai. kita cuma melihat terang dan keindahan sinar pada permukaan, tapi tetap saja disebalik itu kegelapan yang menguasai. bila sinar ada karena gelap ada dan bila gelap ada karena sinar ada, maka kedua-duanya adalah salah.
selama ini kalian sudah menentukan arah damai kami dan hasilnya perang terus berlangsung (dalam betuk yang lain). maka biarkan sekali ini kami menentukan arah damai kami, beri kami kebebasan untuk damai. kita tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti kalau kita tidak mencoba hari ini.